Mengenal Manfaat Index Scopus

index scopus

Scopus adalah suatu basis data jurnal ilmiah yang dikelola oleh perusahaan informasi ilmiah Elsevier. Basis data ini mengindeks lebih dari 24.000 jurnal ilmiah, konferensi, dan seri buku dari lebih dari 5.000 penerbit di seluruh dunia.

Scopus tidak hanya mengindeks jurnal-jurnal ilmiah terkemuka, tetapi juga menyediakan alat-alat yang membantu peneliti dan akademisi dalam menganalisis dan mengevaluasi kinerja jurnal dan penelitian.

Beberapa kriteria harus dipenuhi oleh jurnal yang ingin diindeks oleh Scopus, antara lain menjalani proses review yang ketat, memiliki tim review yang terdiri dari ahli di bidang yang relevan, dan memiliki akreditasi atau keanggotaan di organisasi jurnal ilmiah terkemuka.

Cara Mencari dan Mengakses Jurnal Index Scopus

Cara mengakses jurnal index Scopus tergantung pada apakah Anda memiliki akses melalui institusi tempat Anda bekerja atau menggunakan layanan akses terbuka (open access).

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengakses jurnal di Scopus:

  1. Buka situs web Scopus (https://www.scopus.com/)
  2. Pilih opsi “Search” di bagian atas layar.
  3. Masukkan kata kunci atau isi penelitian yang ingin Anda cari.
  4. Anda juga dapat menggunakan operator boolean untuk mempersempit pencarian.
  5. Pilih opsi “Journals” di menu “Search in” di sisi kiri layar.
  6. Klik tombol “Search” untuk memulai pencarian.
  7. Hasil pencarian yang sesuai dengan kriteria Anda akan ditampilkan.
  8. Klik judul jurnal yang Anda minati untuk membuka halaman jurnal tersebut.

Jika Anda tidak memiliki akses langsung, Anda bisa menggunakan layanan akses terbuka (open access) untuk mengakses jurnal di Scopus.

Baca juga Pelatihan Applied Approach

Beberapa jurnal di Scopus dapat diakses secara gratis melalui akses terbuka, sedangkan yang lain mungkin memerlukan pembayaran untuk mengakses artikel-artikelnya.

Cara Memeriksa Apakah Suatu Jurnal Terindeks di Scopus

Untuk memeriksa apakah suatu jurnal terindeks di Scopus, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Kunjungi situs resmi Scopus di https://www.scopus.com/home.uri.
  2. Klik pada opsi “Sources” di sudut kanan atas.
  3. Masukkan nama jurnal pada kolom “Enter Title” dan tekan Enter atau klik “Find Source”.

Pengertian Indeks H (H-index)

Indeks H adalah suatu ukuran yang menggambarkan produktivitas dan dampak dari seorang peneliti berdasarkan publikasi ilmiah yang telah dihasilkan (Sidiropoulus, Katsaros & Manolopoulos, 2007). Sebelum memahami cara melihat H-index di Scopus, penting untuk memahami pengertian dasar dari H-index Scopus.

H index Scopus

H-index merupakan suatu indikator yang sering digunakan oleh para ilmuwan dan peneliti untuk mengukur dampak karya ilmiah mereka.

Baca juga Pengembangan diri Dosen

Karya ilmiah akademik, baik itu dalam bentuk publikasi hasil penelitian, paten atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah pada seminar nasional dan internasional, semuanya dihitung dalam H-index Scopus.

Cara Menghitung Indeks H (H-index)

H-index dapat dihitung secara manual dengan mengamati jumlah kutipan dari semua makalah yang telah diterbitkan oleh seorang akademisi. Sebagai contoh, h-index 6 berarti ada 6 makalah yang dikutip minimal enam kali.

Langkah-Langkah Melihat Indeks H (H-index) di Scopus:

  1. Pastikan Anda telah mempublikasikan minimal satu artikel di jurnal yang terindeks di Scopus.
  2. Buka situs web Scopus di alamat “https://www.scopus.com/“.
  3. Masukkan nama depan dan nama belakang Anda, lalu klik ikon pencarian.
  4. Hasilnya akan menampilkan H-index Scopus yang Anda miliki sebagai penulis.

H-index memiliki peran yang signifikan bagi para akademisi, dosen, dan peneliti. Hal ini karena H-index berdampak pada alokasi dana penelitian di masa mendatang. Sebagai contoh, beberapa lembaga mensyaratkan peneliti memiliki indeks H minimal 2 di Google Scholar agar dapat memimpin program penelitian.

Baca juga Cara Membuat Publikasi Ilmiah

Cara Menghitung Indeks H (H-index)

Indeks H dihitung berdasarkan jumlah publikasi dan kutipan dari publikasi tersebut. Menurut Terry Mart, seorang Dosen Jurusan Fisika FMIPA UI, “Jika seorang ilmuwan memiliki h makalah, dan setiap makalah memiliki setidaknya h kutipan, maka indeks H akan memiliki nilai yang sama.”

Sebagai contoh, seorang peneliti dengan indeks H 10 berarti ia memiliki 10 artikel yang masing-masing dikutip oleh minimal 10 artikel lain.

Demikian juga, indeks i10 mengukur berapa banyak artikel yang memiliki minimal 10 kutipan dari artikel lain dalam publikasi. Misalnya, jika indeks i10 seorang peneliti adalah 3, berarti 3 artikelnya dikutip oleh minimal 10 artikel lainnya.

Salah satu Platform Diklat dengan 100% sertifikat terverifikasi asli by System. Ikuti berbagai Diklat yang diselenggarakan secara nasional. Daftar Diklat Terbaru Klik Disini

Related Articles

Responses

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *