PEKERTI Peningkatan Keterampilan Pedagogis Dosen

Pendidikan memiliki peran sentral dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman seperti Revolusi Industri 4.0, pandemi, dan era new normal. Dalam konteks ini, pendidikan tinggi memegang peranan penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran, para dosen universitas diharapkan memiliki tiga kemampuan dasar: merancang proses pembelajaran, mengevaluasi pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran secara efektif.

Dasar Hukum dan Alasan Keberadaan Sistem PEKERTI

Dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia telah merancang program Pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional dosen dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam peningkatan keterampilan pedagogis dan pengajaran. Dasar hukum program ini adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan melakukan pengembangan diri dosen untuk menghadapi tuntutan masa depan.

Tahapan dan Materi dalam Pelatihan PEKERTI

Program Pelatihan Teknik Instruksional (PEKERTI) berlangsung selama 5 hari kerja efektif dan melibatkan berbagai strategi pelaksanaan, termasuk metode ceramah, diskusi, kerja individu, dan kerja kelompok. Fasilitator akan memberikan bimbingan intensif kepada peserta untuk memastikan pemahaman yang mendalam.

Baca juga Angka Kredit

Materi pelatihan PEKERTI sangat komprehensif dan mencakup berbagai aspek yang relevan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam pengajaran:

  1. Peningkatan Pendidikan melalui Program PEKERTI: Penjelasan tentang strategi pendidikan yang mencakup aspek seperti isi strategis, penataan pendidikan, relevansi mutu, peran dosen, dan pemerataan pendidikan.
  2. Pendidikan Sebagai Sistem: Pemahaman tentang pendekatan sistem dalam pendidikan, hubungan sistem dengan komponen lainnya, dan konteks pendidikan nasional dan tinggi.
  3. Implementasi Soft Skill dalam Pembelajaran: Pentingnya menggabungkan keterampilan teknis dan interpersonal (soft skills) dalam proses pembelajaran.
  4. Pengembangan Pribadi Dosen: Menyelami teori belajar yang relevan dengan teknik mengajar yang efektif.
  5. Teori Belajar dan Motivasi untuk Pembelajaran Orang Dewasa: Memahami teori-teori belajar yang berbeda dan penerapannya dalam pendidikan orang dewasa.
  6. Penentuan Capaian Pembelajaran: Bagaimana merencanakan dan menilai capaian pembelajaran dalam bentuk sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
  7. Analisis Kompetensi Mata Kuliah: Identifikasi kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa, penentuan urutan pembelajaran, dan tahap awal proses pembelajaran.
  8. Metode Pemberian Tugas: Peran dosen dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi tugas mahasiswa.
  9. Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum: Hakikat pengembangan kurikulum, faktor yang dipertimbangkan, dan pentingnya pengembangan yang sesuai.
  10. Penyusunan Dokumen Kurikulum: Langkah teknis dalam menyusun dokumen kurikulum.
  11. Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS): Mengenal RPS sebagai panduan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan.
  12. Metode Pembelajaran Inovatif: Penjelasan tentang berbagai metode inovatif untuk memperkaya proses pembelajaran.
  13. Model (Bentuk) Pembelajaran: Pengenalan terhadap model-model pembelajaran yang beragam.
  14. Dasar-Dasar Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar: Pentingnya komunikasi efektif dalam pembelajaran serta keterampilan dasar mengajar.
  15. Team Teaching: Konsep, manfaat, dan implementasi pengajaran secara tim.
  16. Prinsip Dasar Evaluasi (PAN PAP dan Analisis Butir Soal): Penilaian hasil belajar, jenis tes, dan analisis butir soal.
  17. Penyusunan Kisi Soal: Langkah-langkah dalam merencanakan dan menyusun kisi soal.
  18. Konstruksi Butir Soal: Membahas mutu soal dalam pengukuran hasil belajar.
  19. Praktik Mengajar (Micro Teaching): Meningkatkan kualitas aktivitas instruksional melalui praktik mengajar.

Pentingnya Sertifikasi Melalui PEKERTI dalam Karir Dosen

Setelah mengikuti program PEKERTI, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dalam proses pembelajaran. Peserta diuji melalui penyelesaian tugas individu dan kelompok, serta partisipasi aktif dalam lokakarya. Sertifikasi PEKERTI memberikan pengakuan atas peningkatan kompetensi dosen dalam aspek pedagogis dan pengajaran. Sertifikat ini juga menjadi prasyarat untuk mengikuti Sertifikasi Dosen (Serdos) yang lebih lanjut, sehingga dosen siap menghadapi tantangan pengajaran di era pendidikan yang terus berkembang.

Baca juga Sertifikasi Dosen, Apa dan Bagaimana?

Dengan demikian, program PEKERTI menjadi langkah penting dalam mempersiapkan para pendidik untuk memberikan pendidikan berkualitas dan relevan dengan tuntutan zaman. Dengan kemampuan merancang pembelajaran yang efektif, mengevaluasi hasil belajar, dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif, dosen memiliki peran krusial dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi masa depan.

Salah satu Platform Diklat dengan 100% sertifikat terverifikasi asli by System. Ikuti berbagai Diklat yang diselenggarakan secara nasional. Daftar Diklat Terbaru Klik Disini

Related Articles

Responses

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *