Syarat Pengajuan NIDN Dosen

cara dan syarat pengajuan NIDN

NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) adalah nomor induk yang diterbitkan oleh Kementerian sebagai kartu identitas bagi dosen tetap di perguruan tinggi. NIDN berfungsi sebagai pengenal resmi yang memuat informasi penting tentang seorang dosen, seperti nama lengkap, tempat mengajar, mata kuliah yang diajar, dan lulusan perguruan tinggi. NIDN ini memiliki peran penting dalam pengelolaan data dosen di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Untuk memperoleh NIDN, seorang dosen tetap perlu mengajukan permohonan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Setelah dosen mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai dosen tetap, dia harus menyiapkan dokumen persyaratan yang diperlukan dan mengajukannya ke operator perguruan tinggi, seperti bagian HRD atau bagian terkait yang ditunjuk oleh perguruan tinggi.

Manfaat NIDN untuk Dosen

Keberhasilan dalam memperoleh NIDN membawa berbagai hak tambahan bagi dosen. Dosen yang memiliki NIDN berhak mendapatkan gaji, tunjangan, dan fasilitas lainnya sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku untuk dosen PNS maupun dosen non-PNS.

Dosen dengan NIDN juga dapat mengajukan jabatan fungsional, mengisi jabatan struktural di perguruan tinggi, mengikuti program beasiswa untuk dosen, mengikuti sertifikasi dosen, dan mengikuti program peningkatan kompetensi sebagai tenaga pendidik.

Baca Juga Jenis Dosen di Indonesia

Selain itu, dosen yang memiliki NIDN juga memiliki peranan dalam perencanaan dan pengembangan perguruan tinggi. Mereka dihitung dalam rasio dosen dan mahasiswa untuk menentukan apakah perguruan tinggi tersebut memiliki rasio yang ideal. Dosen dengan NIDN juga dihitung dalam pembukaan dan pelaksanaan program studi di perguruan tinggi.

Masa Berlaku NIDN

Masa berlaku NIDN memiliki batasan tertentu. Usia paling tinggi untuk mendapatkan NIDN adalah 58 tahun, dosen dengan NIDN memiliki usia pensiun pada usia 65 tahun, kecuali jika dosen tersebut memegang jabatan Guru Besar atau Profesor, maka masa berlaku NIDN dapat diperpanjang hingga usia 70 tahun atau lebih. NIDN tetap berlaku selama dosen aktif melaksanakan tugas sebagai dosen di perguruan tinggi. Namun, NIDN tidak berlaku lagi jika dosen meninggal atau berhenti menjadi dosen.

Baca Juga Manfaat PDDikti untuk Dosen

Syarat Mengajukan NIDN

Untuk mengajukan dan memiliki NIDN, seorang dosen harus memenuhi beberapa persyaratan.

  1. Berstatus sebagai dosen tetap yang dibuktikan dengan SK pengangkatan dari kampus induk
  2. Memiliki kualifikasi akademik dengan lulus S2 atau Magister
  3. Memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik.

Selain itu, dosen juga harus memenuhi persyaratan administrasi yang meliputi dokumen seperti

Persyaratan Administrasi Usulan NIDN

  1. KTP asli Terbaru
  2. Surat ket. Domisili (jika alamat di KTP tidak satu kota/kabupaten dengan alamat PT) *KTP dan surat ket. Domisili diupload bersama
  3. Foto Terbaru 4×6 (formal, berwarna, berlatar merah/biru);
  4. Surat Keputusan :
    1. Dosen Tetap dari Ketua Yayasan/Ketua BPH yang memuat hak dan kewajiban antara calon dosen dan yayasan (bagi Dosen Tetap Yayasan);
    2. SK sebagai PNS/CPNS sebagai Dosen Tetap (bagi PNS  DPK).
  5. Ijazah lengkap Minimal S-2. Bagi lulusan PT luar negeri  disertakan SK penyetaraan Ijazah;
  6. Surat Keterangan Sehat Rohani (Harus dikeluarkan oleh Rumah Sakit Minimal Tipe C)
  7. Surat Keterangan Sehat Jasmani (Harus dikeluarkan oleh Rumah  Sakit Minimal Tipe C)
  8. Surat Keterangan Bebas Narkotika (Harus dikeluarkan oleh Rumah Sakit Minimal Tipe C)
  9. Surat Pernyataan dari Pimpinan PT
  10. Surat Keterangan Aktif Melaksanakan Tri Dharma PT (Surat keterangan dari pimpinan perguruan tinggi yang menyatakan bahwa dosen tersebut aktif melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi)
  11. Surat Perjanjian Kerja (Ketua Yayasan/Ketua BPH yang memuat hak dan kewajiban  antara calon dosen dan yayasan atau bagi Dosen Tetap Yayasan)

Semua dokumen persyaratan administrasi

    1. Posisi kop surat (header) berada di atas
    2. Dipindai (scan) dengan hasil yang jelas bisa terbaca berupa tipe file jpeg/pdf
    3. Diunggah (upload) dengan ukuran file maksimum berukuran 500 KB.

Dalam hal pengajuan NIDN untuk dosen asing atau warga negara asing (WNA), ada persyaratan tambahan yang harus dipenuhi, seperti izin tinggal yang masih berlaku, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), dan dokumen lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sebagai pemilik NIDN, seorang dosen memiliki kewajiban untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kewajiban tersebut meliputi tugas mengajar, melakukan penelitian, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dosen juga diharapkan aktif dalam mengikuti kegiatan akademik dan mengembangkan diri agar tetap memenuhi standar keilmuan yang ditetapkan oleh perguruan tinggi.

Baca Juga Membangun Keterampilan untuk Sukses di Dunia Industri

Perbedaan NIDN dan NIDK

NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) dan NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus) adalah dua jenis nomor induk yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Indonesia. Perbedaan utama antara NIDN dan NIDK terletak pada status kepegawaian dan hubungan kerja dengan perguruan tinggi.

NIDN diberikan kepada dosen tetap yang memiliki status kepegawaian yang tetap di perguruan tinggi. Nomor ini digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelola data dosen tetap serta memberikan informasi penting tentang seorang dosen, termasuk nama, tempat mengajar, mata kuliah yang diajar, dan lulusan perguruan tinggi. NIDN memberikan pengakuan resmi terhadap status kepegawaian dosen dan merupakan identitas yang melekat pada dosen tersebut.

Baca Juga Besaran Gaji Dosen Tetap Non PNS

Di sisi lain, NIDK diberikan kepada dosen/instruktur yang memiliki hubungan kerja dengan perguruan tinggi, namun mungkin tidak memiliki status kepegawaian tetap di perguruan tinggi tersebut. NIDK diterbitkan untuk mengidentifikasi dan mengelola data dosen/instruktur yang bekerja paruh waktu atau dosen yang bekerja penuh waktu, tetapi satuan administrasi pangkalnya berada di instansi lain.

Nomor ini mencakup informasi penting seperti nama, tempat mengajar, dan lulusan perguruan tinggi. NIDK memberikan pengakuan terhadap hubungan kerja antara dosen/instruktur dan perguruan tinggi, meskipun tidak memiliki status kepegawaian tetap di perguruan tinggi tersebut.

Salah satu Platform Diklat dengan 100% sertifikat terverifikasi asli by System. Ikuti berbagai Diklat yang diselenggarakan secara nasional. Daftar Diklat Terbaru Klik Disini

Related Articles

Responses

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *