Tujuan AKM dalam Sistem Pendidikan Nasional

Pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Salah satu komponen utama dari Asesmen Nasional adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM merupakan pilar penilaian yang mengevaluasi hasil belajar kognitif peserta didik, khususnya dalam literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Dalam artikel ini, kita akan lebih memahami konsep dan pentingnya AKM dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan hasil belajar peserta didik di Indonesia.

Apa itu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)?

AKM adalah bagian integral dari Asesmen Nasional yang bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi kompetensi mendasar peserta didik pada literasi membaca dan literasi matematika. Pada literasi membaca, AKM mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan berinteraksi dengan teks tulis. Sedangkan pada literasi matematika (numerasi), AKM menilai kemampuan peserta didik dalam menggunakan pengetahuan matematika untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga Mengenal ANBK

Dasar Hukum AKM dan Asesmen Nasional

Dasar hukum AKM dan Asesmen Nasional adalah UU No 20 tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendikbudristek 17 tahun 2021 tentang Asesmen Nasional

Tujuan dan Manfaat AKM dalam Asesmen Nasional

Pengenalan AKM dalam Asesmen Nasional memiliki beberapa tujuan dan manfaat penting, antara lain:

  • Mendorong Perbaikan Mutu Pembelajaran dan Hasil Belajar Dengan fokus pada literasi membaca dan numerasi, AKM bertujuan untuk mendorong perbaikan mutu pembelajaran di setiap sekolah dan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kemampuan membaca dan berpikir logis-sistematis merupakan kompetensi mendasar yang relevan untuk semua bidang profesi dan cita-cita peserta didik di masa depan.
  • Memberikan Pemetaan Mutu Pendidikan AKM membantu memberikan pemetaan dasar (baseline) terhadap kualitas pendidikan di tingkat sekolah. Informasi dari AKM akan membantu sekolah dan dinas pendidikan untuk mengidentifikasi kekuatan dan area perbaikan dalam pembelajaran, pengajaran, dan lingkungan belajar.
  • Menjadi Dasar Penyusunan Program Peningkatan Pembelajaran Hasil AKM memberikan panduan bagi guru dan kepala sekolah dalam menyusun program peningkatan pembelajaran yang tepat sasaran. Dengan melihat hasil AKM, sekolah dapat menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi literasi membaca dan numerasi peserta didik.

Baca juga Mengenal Kurikulum Merdeka

Konten dan Level Kognitif pada AKM

AKM berfokus pada konten literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Konten literasi membaca mencakup teks fiksi dan teks informasi, sementara konten literasi matematika melibatkan domain bilangan, geometri dan pengukuran, data dan ketidakpastian, serta aljabar.

Level kognitif yang diukur dalam AKM juga berbeda sesuai dengan komponennya. Pada literasi membaca, level kognitif mencakup menemukan informasi, menafsirkan dan mengintegrasikan, serta mengevaluasi dan merefleksi. Sedangkan pada literasi matematika (numerasi), level kognitif mencakup pemahaman, penerapan, dan penalaran.

Baca juga Cara Tarik Data Bio AN

Pelaksanaan dan Proses Asesmen Nasional dengan AKM

Pelaksanaan AKM dilakukan pada murid kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh pemerintah. Penentuan sampel peserta didik mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi untuk mencerminkan keberagaman di Indonesia. Pemilihan sampel yang acak dan tidak dapat diganti oleh satuan pendidikan bertujuan untuk memperoleh hasil yang objektif dan dapat diandalkan.

Soal-soal AKM terdiri dari berbagai bentuk objektif seperti pilihan ganda (hanya 1 jawaban benar), pilihan ganda kompleks (jawaban benar lebih dari 1), menjodohkan, dan isian singkat. Selain itu, ada juga soal non-objektif berupa esai.

Baca juga Troubleshooting ANBK

Tidak Ada Skor Minimum dalam AKM

Penting untuk dicatat bahwa dalam AKM, tidak ada nilai atau skor minimum yang harus dicapai. Sebagai gantinya, AKM melaporkan persentase peserta didik dalam setiap level kompetensi. Harapannya adalah semua peserta didik dapat mencapai level kompetensi cakap atau mahir dalam literasi membaca dan numerasi. Hal ini mencerminkan upaya untuk memahami konsep dan materi pelajaran dengan baik, bukan hanya mengandalkan menghafal materi.

Baca juga Coding dan Programming untuk Siswa

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan komponen penting dalam Asesmen Nasional yang bertujuan untuk mengevaluasi literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) peserta didik. AKM mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar, memberikan pemetaan mutu pendidikan, dan menjadi dasar untuk menyusun program peningkatan pembelajaran. Dengan pemahaman yang mendalam tentang AKM, diharapkan pendidikan di Indonesia dapat terus mengalami perkembangan yang positif untuk mencetak generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Salah satu Platform Diklat dengan 100% sertifikat terverifikasi asli by System. Ikuti berbagai Diklat yang diselenggarakan secara nasional. Daftar Diklat Terbaru Klik Disini

Related Articles

Responses

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *