Utang BUMN Membengkak, Himbara Dihimbau Berhati-hati

Kementerian peringatkan resiko utang BUMN Padat Karya

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah meminta bank-bank dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk berhati-hati dalam menyalurkan kredit kepada perusahaan-perusahaan BUMN yang memiliki utang besar. Permintaan ini datang langsung dari Kementerian BUMN.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, memberikan pesan kepada bank-bank Himbara agar tidak sembarangan dalam memberikan kredit. Pria yang akrab disapa Tiko ini menegaskan bahwa Himbara harus berhati-hati dan tidak serta-merta menganggap semua perusahaan BUMN sebagai sehat.

Utang Besar Didominasi Perusahaan BUMN Karya

Berdasarkan laporan keuangan yang telah diterbitkan oleh beberapa perusahaan BUMN, setidaknya ada tiga BUMN yang masih memiliki utang besar. Namun, BUMN lainnya seperti PT PLN, PT Pertamina, dan Garuda Indonesia belum mengeluarkan laporan keuangan mereka untuk kuartal pertama tahun ini.

Salah satu BUMN yang memiliki utang besar adalah Waskita Karya. Berdasarkan laporan keuangannya per 31 Maret 2023, Waskita Karya memiliki liabilitas termasuk utang sebesar Rp84,37 triliun. Meskipun jumlah ini masih besar, namun mengalami penurunan dibandingkan dengan akhir Desember 2022 yang sebesar Rp83,98 triliun.

Liabilitas termasuk utang tersebut terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp21,23 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp63,13 triliun.

Selain itu, terdapat dua BUMN lainnya yang juga memiliki utang besar, yaitu Wijaya Karya dan Adhi Karya.

Wijaya Karya, hingga akhir Maret 2023, memiliki total liabilitas termasuk utang sebesar Rp55,76 triliun. Jumlah ini mengalami penurunan dari akhir Desember 2022 yang sebesar Rp57,57 triliun.

Baca Juga Jadwal Tes Online Rekrutmen BUMN 2023

Secara rinci, utang dan liabilitas tersebut terdiri dari kewajiban jangka pendek sebesar Rp34,07 triliun dan kewajiban jangka panjang sebesar Rp21,69 triliun.

Adhi Karya juga tercatat memiliki jumlah liabilitas termasuk utang sebesar Rp30,29 triliun per akhir Maret 2023. Jumlah ini juga mengalami penurunan dibandingkan dengan akhir Desember 2022 yang sebesar Rp31,16 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, liabilitas termasuk utang tersebut terdiri dari kewajiban jangka pendek sebesar Rp23,37 triliun dan kewajiban jangka panjang sebesar Rp6,91 triliun.

Salah satu Platform Diklat dengan 100% sertifikat terverifikasi asli by System. Ikuti berbagai Diklat yang diselenggarakan secara nasional. Daftar Diklat Terbaru Klik Disini

Related Articles

Responses

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *